Pendahuluan
Baru-baru ini, asosiasi pariwisata berpengaruh di Korea Selatan menegaskan penolakannya terhadap perubahan aturan kasino yang dirancang untuk turis asing. Mereka menegaskan bahwa langkah tersebut dapat menghalangi arus investasi, mengancam pekerjaan, dan mengurangi daya saing negara ini di kancah regional.
Dampak Potensial pada Investasi dan Pekerjaan
Usulan ini diungkapkan untuk pertama kalinya pada awal Juli oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan. Usulan tersebut mencakup amandemen terhadap Undang-Undang Promosi Pariwisata, fokus pada aturan operasional kasino. Di antaranya adalah keharusan memperbarui izin operasional setiap lima tahun khusus untuk kasino yang melayani warga asing, keharusan untuk mendapatkan persetujuan sebelum perubahan kepemilikan saham, serta peningkatan kontribusi terhadap Dana Promosi dan Pengembangan Pariwisata dari 10% menjadi 15% dari total pendapatan perjudian tahunan.
Tanggapan dari Asosiasi Pariwisata
Sepuluh asosiasi dalam sektor pariwisata, termasuk Asosiasi Kasino Korea dan Asosiasi Pariwisata Korea, mempermasalahkan proposal tersebut sebagai langkah yang terlalu membebani. Mereka berargumentasi bahwa aturan ini bisa menurunkan minat investor dalam pembangunan resor terpadu dan fasilitas pariwisata lainnya, serta bisa berdampak negatif pada lapangan pekerjaan. Asosiasi ini juga menekankan bahwa operator kasino sudah berkontribusi secara signifikan terhadap dana pariwisata, meskipun banyak yang mengalami kerugian operasional bertahun-tahun, karena perhitungan pungutan berdasarkan pendapatan bukan keuntungan.
Kenaikan batas kontribusi, menurut mereka, dapat mengakibatkan kebangkrutan lebih cepat dan melemahkan Korea Selatan dalam menarik investasi pariwisata dibandingkan negara seperti Makau, Singapura, Filipina, dan Jepang.
Masalah Pembaruan Lisensi
Usulan pembaruan lisensi setiap lima tahun juga ditentang oleh sektor pariwisata, yang menyatakan bahwa kebijakan ini menciptakan ketidakpastian di industri yang memerlukan investasi besar. Kelompok tersebut mengemukakan bahwa kemungkinan lisensi ditinjau setiap lima tahun sekali dapat menghambat investasi besar yang baru. Mereka menegaskan bahwa regulasi saat ini sudah cukup menantang, terutama karena pasar kasino di Korea lebih banyak melayani turis internasional, kecuali Kangwon Land Inc. Dengan demikian, tambahan beban ini dirasa tidak adil.
Pernyataan Kementerian
Pada hari yang sama, kementerian merilis pernyataan untuk menanggapi kritik yang ada. Mereka menyebutkan bahwa peningkatan kontribusi dana pariwisata yang diusulkan sejalan dengan praktik internasional, merujuk pada negara-negara seperti Amerika Serikat, Singapura, Makau, dan Jepang, di mana pajak kasino dikenakan berdasarkan pendapatan perjudian. Mereka yakin langkah ini akan memperkuat sumbangan industri kasino terhadap perekonomian nasional dan meningkatkan daya tarik destinasi wisata Korea Selatan.
Kesimpulan
Diskusi mengenai reformasi aturan kasino ini menunjukkan tantangan di Korea Selatan dalam menyeimbangkan promosi investasi dan perlindungan ekonomi domestik. Di tengah persaingan regional yang ketat, Korea Selatan perlu menilai ulang strategi mereka untuk memastikan kebijakan yang diambil dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata sembari menjaga daya saingnya di pasar internasional.